Beda Misa HARI RAYA, PESTA, dan PERINGATAN di Katolik

Beda Misa HARI RAYA, PESTA, dan PERINGATAN Di Katolik


Mungkin sebagian dari kita pernah memperhatikan ada perbedaan penyebutan untuk misa hari tertentu.  Misalnya : Hari Raya Natal, Pesta Kanak-Kanak Yesus, Peringatan Santa Perawan Maria Ratu Rosario, dan sebagainya.  Tapi bedanya apa ya ?

Gereja Katolik mengenal tingkatan Liturgi berdasarkan signifikansinya.  Ada 4 tingkatan diurutkan dari yang paling tinggi :

  1. Hari Raya (Latin : Solemnitas)
  2. Pesta (Latin : Festum)
  3. Peringatan (Latin : Memoria)
  4. Hari Biasa (Latin : Feria)

Hari Raya  (Solemnitas)

Ini adalah tingkatan perayaan yang paling tinggi dan paling utama  dalam Gereja Katolik. Misalnya, Hari Raya Paskah, Hari Raya Natal, atau Hari Raya Santa Maria Bunda Allah. Pada Hari Raya, kita diundang untuk merenungkan misteri iman yang sangat penting.

  • Ciri khas: Dirayakan dengan sangat meriah. Misa-nya selalu mencakup "Kemuliaan" (Gloria) dan "Syahadat" (Credo). Perayaannya seringkali dimulai sejak sore hari sebelumnya (disebut Vigili atau Ibadat Sore I).
  • Jumlah "Hari Raya" (Solemnitas) dalam Kalender Liturgi universal (General Roman Calendar) adalah 17, di luar perayaan utama Trihari Suci Paskah (Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci)
  • Berikut adalah 17 Hari Raya :

1. Hari Raya yang Tanggalnya Berubah (Terkait Paskah)

Tanggal perayaan ini bergantung pada tanggal Hari Raya Paskah.

  • Hari Raya Paskah (Kebangkitan Tuhan) - Pusat dari semua perayaan.  
  • Hari Raya Kenaikan Tuhan (40 hari setelah Paskah)  
  • Hari Raya Pentakosta (50 hari setelah Paskah)  
  • Hari Raya Tritunggal Mahakudus (Minggu setelah Pentakosta) 
  • Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (Kamis atau Minggu setelah Tritunggal Mahakudus)  
  • Hari Raya Hati Kudus Yesus (Jumat setelah Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus  
  • Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam (Minggu terakhir Masa Biasa, sebelum Masa Adven)

2. Hari Raya yang Tanggalnya Tetap (Tanggal Pasti)

    • 1 Januari: Hari Raya Santa Maria Bunda Allah
    • 6 Januari: Hari Raya Penampakan Tuhan (Epifani)
    • 19 Maret: Hari Raya Santo Yusuf, Suami Santa Perawan Maria
    • 25 Maret: Hari Raya Kabar Sukacita (Anunsiasi)
    • 24 Juni: Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis
    • 29 Juni: Hari Raya Santo Petrus dan Paulus, Rasul
    • 15 Agustus: Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga
    • 1 November: Hari Raya Semua Orang Kudus
    • 8 Desember: Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda
    • 25 Desember: Hari Raya Natal (Kelahiran Tuhan)

Pengaturan di Indonesia oleh Konferensi Waligereja Indonesia :

1. Hari Raya yang DIGESER ke Hari Minggu

Untuk Hari Raya (Solemnitas) yang secara tradisi memiliki tanggal pasti, tetapi bukan merupakan hari libur nasional di Indonesia. Agar umat tetap dapat merayakannya dengan meriah, KWI memindahkannya ke hari Minggu terdekat.

Contoh utamanya adalah:

  • Hari Raya Penampakan Tuhan (Epifani): Tanggal tradisinya adalah 6 Januari. Di Indonesia, perayaannya dipindahkan ke hari Minggu terdekat (di antara 2 Januari dan 8 Januari).
  • Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (Corpus Christi): Tanggal tradisinya adalah hari Kamis setelah Hari Raya Tritunggal Mahakudus. Di Indonesia, perayaannya dipindahkan ke hari Minggu setelahnya.

2. Hari Raya Wajib yang TIDAK DIGESER

Namun ada Hari Raya yang memiliki tanggal pasti, tetapi tidak digeser yaitu :  

  • 1 Januari (Tahun Baru Masehi / Hari Raya Maria Bunda Allah)
  • Kenaikan Tuhan (Jatuh pada hari Kamis)
  • 25 Desember (Natal)

Mengapa ketiga hari raya ini tidak digeser, meskipun jatuh bukan pada hari Minggu ?

Jawabannya sederhana: Karena ketiga hari tersebut sudah ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional (Tanggal Merah) di Indonesia.


Pesta (Festum)

Pesta adalah tingkatan liturgi yang kedua, setingkat di bawah Hari Raya. Kalau Hari Raya merayakan misteri iman yang paling mendasar.  

Total Perayaan dengan tingkatan Pesta dalam 1 tahun adalah 26 Perayaan.

  • Ciri khas: Dirayakan dengan meriah. Misa-nya mencakup "Kemuliaan" (Gloria), tetapi biasanya tidak mencakup "Syahadat" (kecuali jika Pesta tersebut jatuh pada hari Minggu).
  • Berikut adalah daftar Pesta yang dirayakan oleh seluruh Gereja Katolik, yang saya bagi per kategori agar lebih mudah dipahami:

1. Pesta Tuhan (Feasts of the Lord)

Ini adalah perayaan yang terkait langsung dengan peristiwa dalam kehidupan Yesus atau misteri iman:

    • 2 Februari: Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah (Maria Menyerahkan Kanak-kanak Yesus)
    • 6 Agustus: Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya (Transfigurasi)
    • 14 September: Pesta Salib Suci
    • 9 November: Pesta Pemberkatan Basilika Lateran (Ini adalah Pesta "Katedral" Paus, sehingga dianggap Pesta Tuhan karena Gereja adalah Tubuh Kristus)
    • Tanggal Berubah: Pesta Keluarga Kudus, Nazaret (Dirayakan pada hari Minggu dalam Oktaf Natal, atau 30 Desember jika Natal jatuh pada hari Minggu).

2. Pesta Santa Perawan Maria

    • 31 Mei: Pesta Santa Perawan Maria Mengunjungi Elisabet
    • 8 September: Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria

3. Pesta Para Rasul, Penginjil, dan Tokoh Kitab Suci

Ini adalah kategori terbesar dalam tingkatan "Pesta". Hampir semua Rasul dan Penginjil dirayakan sebagai Pesta (kecuali Petrus & Paulus, serta Yusuf suami Maria yang merupakan Hari Raya).

    • 25 Januari: Pesta Bertobatnya Santo Paulus, Rasul
    • 22 Februari: Pesta Tahta Santo Petrus, Rasul (Merayakan otoritas Petrus)
    • 25 April: Pesta Santo Markus, Penginjil
    • 3 Mei: Pesta Santo Filipus dan Yakobus, Rasul
    • 14 Mei: Pesta Santo Matias, Rasul
    • 11 Juni: Pesta Santo Barnabas, Rasul
    • 3 Juli: Pesta Santo Thomas, Rasul
    • 22 Juli: Pesta Santa Maria Magdalena (Dinaikkan statusnya menjadi Pesta oleh Paus Fransiskus)
    • 25 Juli: Pesta Santo Yakobus, Rasul
    • 24 Agustus: Pesta Santo Bartolomeus, Rasul
    • 21 September: Pesta Santo Matius, Rasul dan Penginjil
    • 18 Oktober: Pesta Santo Lukas, Penginjil
    • 28 Oktober: Pesta Santo Simon dan Yudas, Rasul
    • 30 November: Pesta Santo Andreas, Rasul
    • 26 Desember : Pesta Santo Stefanus, Martir Pertama
    • 27 Desember: Pesta Santo Yohanes, Rasul dan Penginjil
    • 28 Desember: Pesta Kanak-kanak Suci, Martir

4. Pesta Malaikat Agung dan Santo Lainnya

    • 10 Agustus: Pesta Santo Laurensius, Diakon dan Martir
    • 29 September: Pesta Malaikat Agung (Mikael, Gabriel, dan Rafael)

 

Peringatan (Memoria)

Ini adalah tingkatan ketiga, yang utamanya untuk mengenang atau menghormati para kudus (Martir, Perawan, Pujangga Gereja, dll). "Peringatan" sendiri dibagi lagi menjadi dua:

1. Peringatan Wajib (Memoria Obligatoria)

Gereja mewajibkan perayaan santo/santa ini dirayakan dalam Misa dan Ibadat Harian. Ini biasanya adalah para kudus yang memiliki signifikansi teologis atau historis yang besar bagi seluruh Gereja.  Total ada sekitar 65 hari peringatan.

Sebagai gambaran, berikut adalah beberapa contoh Peringatan Wajib yang paling dikenal:

  • 21 Januari: Santa Agnes, Perawan dan Martir
  • 28 Januari: Santo Thomas Aquinas, Imam dan Pujangga Gereja
  • 31 Januari: Santo Yohanes Bosco, Imam
  • 7 Maret: Santa Perpetua dan Felisitas, Martir
  • 11 Juli: Santo Benediktus, Abas (Bapak Monastisisme Barat)
  • 26 Juli: Santo Yoakim dan Hana (Orang tua Santa Perawan Maria)
  • 4 Agustus: Santo Yohanes Maria Vianney, Imam
  • 8 Agustus: Santo Dominikus, Imam (Pendiri Ordo Dominikan)
  • 15 September: Santa Perawan Maria Berdukacita
  • 20 September: Santo Andreas Kim Taegon, Imam, dan Paulus Chong Hasang, dkk. (Martir Korea)
  • 28 Agustus: Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja
  • 30 September: Santo Hironimus, Imam dan Pujangga Gereja
  • 1 Oktober: Santa Teresia dari Kanak-kanak Yesus, Perawan dan Pujangga Gereja
  • 4 Oktober: Santo Fransiskus dari Assisi (Pendiri Ordo Fransiskan)
  • 7 Oktober: Santa Perawan Maria Ratu Rosario
  • 15 Oktober: Santa Teresia dari Avila, Perawan dan Pujangga Gereja
  • 22 November: Santa Sesilia, Perawan dan Martir
  • 3 Desember: Santo Fransiskus Xaverius, Imam (Misionaris besar di Asia)
  • 7 Desember: Santo Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja

2. Peringatan Fakultatif/Opsional (Memoria Ad Libitum)

Ini adalah perayaan para kudus yang boleh dipilih (opsional) untuk dirayakan. Jika tidak dirayakan, imam akan menggunakan tata perayaan Misa harian biasa (Feria).  Total ada sekitar 95 hari Peringatan.

Jumlahnya jauh lebih banyak daripada Peringatan Wajib. Hampir setiap hari dalam Kalender Liturgi memiliki setidaknya satu atau bahkan beberapa Peringatan Fakultatif.

Contohnya:

  • Santo Antonius, Abas (17 Januari)
  • Santo Blasius (3 Februari)
  • Santo Anselmus (21 April)
  • Santo Bernardus (20 Agustus)
  • Santo Robertus Bellarminus (17 September)
  • Santo Martinus dari Tours (11 November)
  • Dan masih banyak lagi.

Singkatnya, Peringatan Wajib adalah daftar "wajib" para kudus utama, sementara Peringatan Fakultatif mencakup sebagian besar santo dan santa lainnya.

 

Hari Biasa (Nama Latin: Feria)

Ini adalah hari-hari dalam pekan yang tidak memiliki perayaan Hari Raya, Pesta, atau Peringatan Wajib. Misa yang dirayakan adalah Misa harian biasa sesuai dengan Masa Liturgi (misalnya, Hari Biasa Pekan V Masa Prapaskah, atau Hari Biasa Pekan X Masa Biasa).

Jumlah hari yang disampaikan di atas adalah kalender Liturgi Umum yang berlaku universal.  Angka ini tidak termasuk Pesta-pesta lokal yang mungkin dirayakan di keuskupan, negara, atau ordo religius tertentu (misalnya, pesta Santo/Santa pelindung sebuah negara).

Konferensi Waligereja atau Uskup lokal dapat mengambil sebuah perayaan yang di kalender universal hanya Peringatan, dan menaikkan tingkatannya menjadi Pesta atau bahkan Hari Raya di wilayah mereka, karena signifikansi lokal.  Ini harus persetujuan Vatican.

  • Contoh Terbaik (Negara):
    • Santo Patrick (St. Patrick). Di seluruh dunia (termasuk Indonesia), 17 Maret adalah Peringatan Fakultatif (opsional).
    • Tetapi di Irlandia, Santo Patrick adalah Santo Pelindung nasional mereka. Maka, Konferensi Waligereja Irlandia menetapkannya sebagai Hari Raya (Solemnitas).
  • Contoh Terbaik (Ordo Religius):
    • Santo Fransiskus dari Assisi (4 Oktober). Di kalender universal, ini adalah Peringatan Wajib.
    • Tetapi bagi Ordo Fransiskan (OFM, Kapusin, Konventual), dia adalah pendiri mereka. Maka, bagi mereka, 4 Oktober adalah Hari Raya (Solemnitas).

Mungkin ada yang bertanya bagaimana dengan Misa Hari Minggu ? Tingkatan Liturgi Hari Minggu adalah : HARI RAYA.  Gereja menyebutnya sebagai HARI RAYA PRIMORDIAL atau Hari Raya yang Pertama dan Utama.  Karena Hari Minggu adalah peringatan mingguan akan Kebangkitan Kristus.

Apakah ada hubungannya warna pakaian imam (stola) dengan Tingkatan Liturgi ? Pengaturan warna pakaian (disebut juga kasula atau stolatidak ditentukan oleh tingkatannya (Hari Raya, Pesta, Peringatan), melainkan ditentukan oleh apa yang dirayakan pada hari itu atau masa liturgi yang sedang berlangsung.

Sebuah Hari Raya bisa berwarna Merah (Pentakosta) atau Putih (Natal). Demikian pula, sebuah Peringatan bisa berwarna Merah (Santa Agnes) atau Putih (Santo Agustinus).



Lihat youtube : https://youtu.be/1WNCIc8Ha-M?si=GBgDT1UjzY6pjhpS

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TINGKATAN AJARAN GEREJA KATOLIK (1)

Katekismus Gereja Katolik (1)