Beda Misa HARI RAYA, PESTA, dan PERINGATAN di Katolik
Beda Misa HARI RAYA, PESTA, dan PERINGATAN Di Katolik
Gereja Katolik mengenal tingkatan Liturgi
berdasarkan signifikansinya. Ada 4 tingkatan diurutkan dari yang paling
tinggi :
- Hari Raya (Latin : Solemnitas)
- Pesta (Latin : Festum)
- Peringatan (Latin : Memoria)
- Hari Biasa (Latin : Feria)
Hari Raya (Solemnitas)
Ini adalah tingkatan perayaan yang paling
tinggi dan paling utama dalam Gereja Katolik. Misalnya, Hari Raya
Paskah, Hari Raya Natal, atau Hari Raya Santa Maria Bunda Allah. Pada Hari
Raya, kita diundang untuk merenungkan misteri iman yang sangat penting.
- Ciri khas: Dirayakan
dengan sangat meriah. Misa-nya selalu mencakup "Kemuliaan" (Gloria)
dan "Syahadat" (Credo). Perayaannya seringkali dimulai
sejak sore hari sebelumnya (disebut Vigili atau Ibadat
Sore I).
- Jumlah "Hari Raya" (Solemnitas) dalam Kalender Liturgi
universal (General Roman Calendar) adalah 17, di luar perayaan
utama Trihari Suci Paskah (Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci)
- Berikut adalah 17 Hari Raya :
1. Hari Raya yang Tanggalnya Berubah (Terkait Paskah)
Tanggal perayaan ini bergantung pada tanggal Hari Raya Paskah.
- Hari Raya Paskah (Kebangkitan Tuhan) - Pusat dari semua perayaan.
- Hari Raya Kenaikan Tuhan (40 hari setelah Paskah)
- Hari Raya Pentakosta (50 hari setelah Paskah)
- Hari Raya Tritunggal Mahakudus (Minggu setelah Pentakosta)
- Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (Kamis atau Minggu setelah Tritunggal Mahakudus)
- Hari Raya Hati Kudus Yesus (Jumat setelah Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus
- Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam (Minggu terakhir Masa Biasa, sebelum Masa Adven)
2. Hari Raya yang Tanggalnya Tetap (Tanggal Pasti)
- 1 Januari: Hari
Raya Santa Maria Bunda Allah
- 6 Januari: Hari
Raya Penampakan Tuhan (Epifani)
- 19 Maret: Hari Raya Santo Yusuf, Suami Santa
Perawan Maria
- 25 Maret: Hari Raya Kabar Sukacita
(Anunsiasi)
- 24 Juni: Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes
Pembaptis
- 29 Juni: Hari Raya Santo Petrus dan Paulus,
Rasul
- 15 Agustus: Hari
Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga
- 1 November: Hari
Raya Semua Orang Kudus
- 8 Desember: Hari
Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda
- 25 Desember: Hari
Raya Natal (Kelahiran Tuhan)
Pengaturan di Indonesia oleh Konferensi
Waligereja Indonesia :
1. Hari
Raya yang DIGESER ke Hari Minggu
Untuk Hari Raya (Solemnitas) yang secara
tradisi memiliki tanggal pasti, tetapi bukan merupakan hari libur
nasional di Indonesia. Agar umat tetap dapat merayakannya dengan
meriah, KWI memindahkannya ke hari Minggu terdekat.
Contoh utamanya adalah:
- Hari Raya Penampakan Tuhan (Epifani): Tanggal tradisinya adalah 6 Januari. Di Indonesia,
perayaannya dipindahkan ke hari Minggu terdekat (di antara 2 Januari dan 8
Januari).
- Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (Corpus Christi): Tanggal tradisinya adalah hari Kamis setelah Hari Raya
Tritunggal Mahakudus. Di Indonesia, perayaannya dipindahkan ke hari Minggu
setelahnya.
2. Hari
Raya Wajib yang TIDAK DIGESER
Namun ada Hari Raya yang memiliki tanggal
pasti, tetapi tidak digeser yaitu :
- 1 Januari (Tahun Baru Masehi / Hari Raya
Maria Bunda Allah)
- Kenaikan Tuhan (Jatuh
pada hari Kamis)
- 25 Desember (Natal)
Mengapa ketiga hari raya ini tidak digeser,
meskipun jatuh bukan pada hari Minggu ?
Jawabannya sederhana: Karena ketiga
hari tersebut sudah ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional (Tanggal Merah) di
Indonesia.
Pesta (Festum)
Pesta adalah tingkatan liturgi yang kedua, setingkat di bawah Hari Raya. Kalau Hari Raya merayakan misteri iman yang paling mendasar.
Total Perayaan dengan tingkatan Pesta dalam 1 tahun adalah 26 Perayaan.
- Ciri khas: Dirayakan
dengan meriah. Misa-nya mencakup "Kemuliaan" (Gloria),
tetapi biasanya tidak mencakup "Syahadat" (kecuali jika Pesta
tersebut jatuh pada hari Minggu).
- Berikut adalah daftar Pesta yang dirayakan oleh seluruh Gereja
Katolik, yang saya bagi per kategori agar lebih mudah dipahami:
1. Pesta Tuhan (Feasts of the Lord)
Ini adalah
perayaan yang terkait langsung dengan peristiwa dalam kehidupan Yesus atau
misteri iman:
- 2 Februari: Pesta
Yesus Dipersembahkan di Bait Allah (Maria Menyerahkan Kanak-kanak Yesus)
- 6 Agustus: Pesta
Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya (Transfigurasi)
- 14 September: Pesta
Salib Suci
- 9 November: Pesta
Pemberkatan Basilika Lateran (Ini adalah Pesta "Katedral" Paus,
sehingga dianggap Pesta Tuhan karena Gereja adalah Tubuh Kristus)
- Tanggal Berubah: Pesta
Keluarga Kudus, Nazaret (Dirayakan pada hari Minggu dalam Oktaf Natal,
atau 30 Desember jika Natal jatuh pada hari Minggu).
2. Pesta Santa Perawan Maria
- 31 Mei: Pesta Santa Perawan
Maria Mengunjungi Elisabet
- 8 September: Pesta
Kelahiran Santa Perawan Maria
3. Pesta Para Rasul, Penginjil, dan Tokoh Kitab Suci
Ini adalah
kategori terbesar dalam tingkatan "Pesta". Hampir semua Rasul dan
Penginjil dirayakan sebagai Pesta (kecuali Petrus & Paulus, serta Yusuf
suami Maria yang merupakan Hari Raya).
- 25 Januari: Pesta
Bertobatnya Santo Paulus, Rasul
- 22 Februari: Pesta
Tahta Santo Petrus, Rasul (Merayakan otoritas Petrus)
- 25 April: Pesta
Santo Markus, Penginjil
- 3 Mei: Pesta Santo Filipus
dan Yakobus, Rasul
- 14 Mei: Pesta Santo Matias,
Rasul
- 11 Juni: Pesta Santo
Barnabas, Rasul
- 3 Juli: Pesta Santo Thomas,
Rasul
- 22 Juli: Pesta Santa Maria
Magdalena (Dinaikkan statusnya menjadi Pesta oleh Paus Fransiskus)
- 25 Juli: Pesta Santo Yakobus,
Rasul
- 24 Agustus: Pesta
Santo Bartolomeus, Rasul
- 21 September: Pesta
Santo Matius, Rasul dan Penginjil
- 18 Oktober: Pesta
Santo Lukas, Penginjil
- 28 Oktober: Pesta
Santo Simon dan Yudas, Rasul
- 30 November: Pesta
Santo Andreas, Rasul
- 26 Desember : Pesta
Santo Stefanus, Martir Pertama
- 27 Desember: Pesta
Santo Yohanes, Rasul dan Penginjil
- 28 Desember: Pesta
Kanak-kanak Suci, Martir
4. Pesta Malaikat Agung dan Santo Lainnya
- 10 Agustus: Pesta
Santo Laurensius, Diakon dan Martir
- 29 September: Pesta
Malaikat Agung (Mikael, Gabriel, dan Rafael)
Peringatan (Memoria)
Ini adalah tingkatan ketiga, yang utamanya
untuk mengenang atau menghormati para kudus (Martir, Perawan, Pujangga Gereja,
dll). "Peringatan" sendiri dibagi lagi menjadi dua:
1.
Peringatan Wajib (Memoria Obligatoria)
Gereja mewajibkan perayaan
santo/santa ini dirayakan dalam Misa dan Ibadat Harian. Ini biasanya adalah
para kudus yang memiliki signifikansi teologis atau historis yang besar bagi
seluruh Gereja. Total ada sekitar 65 hari peringatan.
Sebagai gambaran, berikut adalah
beberapa contoh Peringatan Wajib yang paling dikenal:
- 21 Januari: Santa
Agnes, Perawan dan Martir
- 28 Januari: Santo
Thomas Aquinas, Imam dan Pujangga Gereja
- 31 Januari: Santo
Yohanes Bosco, Imam
- 7 Maret: Santa Perpetua dan Felisitas,
Martir
- 11 Juli: Santo Benediktus, Abas (Bapak
Monastisisme Barat)
- 26 Juli: Santo Yoakim dan Hana (Orang tua
Santa Perawan Maria)
- 4 Agustus: Santo
Yohanes Maria Vianney, Imam
- 8 Agustus: Santo
Dominikus, Imam (Pendiri Ordo Dominikan)
- 15 September: Santa
Perawan Maria Berdukacita
- 20 September: Santo
Andreas Kim Taegon, Imam, dan Paulus Chong Hasang, dkk. (Martir Korea)
- 28 Agustus: Santo
Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja
- 30 September: Santo
Hironimus, Imam dan Pujangga Gereja
- 1 Oktober: Santa
Teresia dari Kanak-kanak Yesus, Perawan dan Pujangga Gereja
- 4 Oktober: Santo
Fransiskus dari Assisi (Pendiri Ordo Fransiskan)
- 7 Oktober: Santa
Perawan Maria Ratu Rosario
- 15 Oktober: Santa
Teresia dari Avila, Perawan dan Pujangga Gereja
- 22 November: Santa
Sesilia, Perawan dan Martir
- 3 Desember: Santo
Fransiskus Xaverius, Imam (Misionaris besar di Asia)
- 7 Desember: Santo Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja
2.
Peringatan Fakultatif/Opsional (Memoria Ad Libitum)
Ini adalah perayaan para kudus yang boleh
dipilih (opsional) untuk dirayakan. Jika tidak dirayakan, imam akan
menggunakan tata perayaan Misa harian biasa (Feria). Total ada sekitar 95
hari Peringatan.
Jumlahnya jauh lebih banyak daripada
Peringatan Wajib. Hampir setiap hari dalam Kalender Liturgi memiliki setidaknya
satu atau bahkan beberapa Peringatan Fakultatif.
Contohnya:
- Santo Antonius, Abas (17 Januari)
- Santo Blasius (3 Februari)
- Santo Anselmus (21 April)
- Santo Bernardus (20 Agustus)
- Santo Robertus Bellarminus (17 September)
- Santo Martinus dari Tours (11 November)
- Dan masih banyak lagi.
Singkatnya, Peringatan Wajib adalah daftar
"wajib" para kudus utama, sementara Peringatan Fakultatif mencakup
sebagian besar santo dan santa lainnya.
Hari Biasa (Nama Latin: Feria)
Ini adalah hari-hari dalam pekan yang tidak
memiliki perayaan Hari Raya, Pesta, atau Peringatan Wajib. Misa yang dirayakan
adalah Misa harian biasa sesuai dengan Masa Liturgi (misalnya, Hari Biasa Pekan
V Masa Prapaskah, atau Hari Biasa Pekan X Masa Biasa).
Jumlah hari yang disampaikan di atas adalah kalender Liturgi Umum yang
berlaku universal. Angka ini tidak termasuk Pesta-pesta lokal yang
mungkin dirayakan di keuskupan, negara, atau ordo religius tertentu (misalnya,
pesta Santo/Santa pelindung sebuah negara).
Konferensi Waligereja atau Uskup lokal dapat
mengambil sebuah perayaan yang di kalender universal hanya Peringatan,
dan menaikkan tingkatannya menjadi Pesta atau bahkan Hari Raya
di wilayah mereka, karena signifikansi lokal. Ini harus persetujuan
Vatican.
- Contoh Terbaik (Negara):
- Santo Patrick (St. Patrick). Di
seluruh dunia (termasuk Indonesia), 17 Maret adalah Peringatan
Fakultatif (opsional).
- Tetapi di Irlandia, Santo Patrick adalah Santo
Pelindung nasional mereka. Maka, Konferensi Waligereja Irlandia
menetapkannya sebagai Hari Raya (Solemnitas).
- Contoh Terbaik (Ordo Religius):
- Santo Fransiskus dari Assisi (4
Oktober). Di kalender universal, ini adalah Peringatan Wajib.
- Tetapi bagi Ordo Fransiskan (OFM, Kapusin, Konventual), dia adalah pendiri mereka. Maka, bagi mereka, 4 Oktober adalah Hari Raya (Solemnitas).
Mungkin ada yang bertanya bagaimana dengan Misa Hari Minggu ? Tingkatan Liturgi Hari Minggu adalah : HARI RAYA. Gereja menyebutnya sebagai HARI RAYA PRIMORDIAL atau Hari Raya yang Pertama dan Utama. Karena Hari Minggu adalah peringatan mingguan akan Kebangkitan Kristus.
Apakah ada hubungannya warna pakaian imam (stola)
dengan Tingkatan Liturgi ? Pengaturan warna pakaian (disebut juga kasula atau stola) tidak
ditentukan oleh tingkatannya (Hari Raya, Pesta, Peringatan), melainkan
ditentukan oleh apa yang dirayakan pada hari itu atau masa
liturgi yang sedang berlangsung.
Sebuah Hari Raya bisa berwarna Merah (Pentakosta) atau Putih (Natal). Demikian pula, sebuah Peringatan bisa berwarna Merah (Santa Agnes) atau Putih (Santo Agustinus).
Lihat youtube : https://youtu.be/1WNCIc8Ha-M?si=GBgDT1UjzY6pjhpS
Komentar
Posting Komentar